Analisis Tren Pengunjung Antara Pasar Tradisional Dengan Supermarket Pada Warga Gondosuli RT 03 RW 01
oleh : Seta Brakumara
Pengantar
Pasar
adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan
sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga
kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.
Transaksi ini terjadi atas dasar kesepakatan atas dua belah pihak,
yaitu penjual dan pembeli. Di setiap wilayah, khususnya di Indonesia,
kita dapat menjumpai pasar dengan mudah. Karena pasar merupakan sumber
kehidupan bagi warga masyarakat maka pasar banyak dijumpai di setiap
wilayah di Indonesia.
Di
dalam pasar terdapat barang dan jasa. Dalam konsep ekonomi pasar
memungkinkan seseorang untuk menukar barang dan jasa dengan barang yang
mempunyai nilai serupa. Pasar tidak akan terbentuk dari dua orang,
paling tidak ada tiga orang, agar di dalam pasar itu terjadi persaingan.
Persaingan ini nantinya akan memperkuat peranan pasar dalam masyarakat.
Pembahasan
Diagram diatas menggambarkan warga perempuan Gondosuli RT 03 RW 01 sering ke pasar dalam 1 minggu, ini menunjukkan bahwa berbelanja di pasar lebih menguntungkan karena harga di pasar murah dan dapat melakukan tawar menawar antar penjual dan pembeli. Penjual di pasar umumnya juga lebih banyak perempuan dan dengan banyaknya penjual yang perempuan memperkuat perempuan lebih sering ke pasar untuk berbelanja atau berjualan.
Diagram diatas menunjukkan warga Gondosuli RT 03 RW 01 jarang ke supermarket, ini dapat disebabkan karena harga barang di supermarket yang sudah ditetapkan dan tidak dapat ditawar lagi oleh pembeli. Hal lain yang dapat menyebabkan fenomena ini adalah masih terdapat j
arak sosial yang kuat antar warga. Supermarket yang merupakan pasar modern tidak mampu menunjukkan kekhasan yang ada di pasar tradisional, dimana di pasar tradisional terjadi interaksi antar penjual dan pembeli sementara di supermarket interaksi tersebut tidak terjadi.
Diagram tersebut menunjukkan menurut penggolongan usia warga Gondosuli RT 03 RW 01 pasar tradisional sering dikunjungi untuk berbelanja dengan intensitas terbanyak 3-5 kali/minggu. Hasil tersebut dapat memperlihatkan pasar tradisional masih menjadi pilihan utama dengan harga yang diberikan murah dan dapat ditawar. Pada usia 25-30 dan 31-36 terbanyak menjawab 3-5 kali/minggu ini dapat disebabkan selain berbelanja pada golongan usia tersebut responden juga melakukan penjualan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
Meskipun warga Gondosuli RT 03 RW 01 terkadang mengunjungi supermarket, tetapi intensitas pergi ke supermarket lebih rendah. Ini dapat disebabkan sistem di supermarket yang telah menetapkan harga tanpa bis ditawar, sekaligus di supermarket untuk dapat menjual suatu barang atau makanan memerlukan prosedur sebelum dipasarkan. Ini berbeda dengan pasar tradisional yang lebih sederhana dan tidak rumit. Dengan sistem yang tidak bisa ditawar untuk melakukan pembelian dan rumitnya untuk menjual barang, intensitas warga Gondosuli RT 03 RW 01 ke supermarket termasuk rendah.
Kesimpulan
Meski saat ini supermarket mulai menjamur di berbagai sudut perkotaan, ini tidak membuat warga Gondosuli RT 03 RW 01 sering ke supermarket. Dari hasil diagram diatas terlihat pasar tradisional lebih sering dikunjungi. Harga yang ditawarkan murah dan masih dapat ditawar oleh pembeli menjadi nilai tambah bagi pasar tradisional. Masih banyaknya warga Gondosuli RT 03 RW 01 untuk berbelanja di pasar dapat menjadi potensi bisnis untuk membagun pasar tradisional di sekitar wilayah Gondosuli meskipun dengan luas wilayah yang kecil. Dapat diaturnya beberapa bangunan di wilayah Gondosuili yang dianggap sudah tidak dapat digunakan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan pasar tradisional.
9:23 PM
Unknown






0 comments:
Post a Comment