Sunday, April 6, 2014

Tren Makanan Cepat Saji/Fast Food di FISIP UAJY


Makanan merupakan kebutuhan, tidak hanya teknologi yang mengalami perkembangan, makanan pun juga mengalami perkembangan. Di era global, manusia cenderung menginginkan sesuatu yang instan, mudah dibawa kemana-mana, mudah didapatkan. Dari situlah muncul inovasi tentang makanan cepat saji/fast food.  

Kali ini saya akan memaparkan hasil riset. Metode yang digunkan penelitian kuntitatif, dengan menggunakan populasi mahasiswa FISIP UAJY, sampel 15 mahasiswa sosiologi & 15 komunikasi, metode random sapling





Peminat Makanan Cepat Saji / Fast Food



Dari data disamping menunjukan bahwa  tren makanan cepat saji sangat kuat, terlebih dikalangan mahasiswa. Dibuktikan dari seluruh mahasiswa fisip denagan mmengambil sampel yang terdiri dari 15 mahasiswa komuniukasi dan 15 mahasiswa sosiologi. Mahasiswa tersebut cenderung menyukai makanan cepat saji, tidak ada mahasiswa yang tidak menyukai makanan cepat saji.




Konsumsi Makanan Cepat Saji / Fast Food
Data disamping memperkuat data yang sebelumnya, bahwa semua mahasiswa fisip  menyukai  atau pun yang tidak begitu suka makanan cepat saji  pernah mengonsumsi makanan cepata saji / fast food










 


Intensitas Mengonsumsi Makanan Cepat Saji/Fast Food

Dari diagaram disamping menunjukan minat mahasiswa terhadap makanan cepat saji, yang diukur dengan intensitas mengonsumsi makanan cepat saji / minggu. Intensitas mengonsumsi makanan cepat saji kategori(menegah) didominasi prodi komunikasi, kategori intensitas mengonsumsi makanan cepat saji kategori (rendah) didominasi prodi sosiologi, dan kategori (tinggi) berada pada keduannya.







Mahasiswa fisip UAJY  mengomsumsi makanan cepat saji/minggu  dalam kategori (tinggi)  dengan persentase paling tinggi. Dalam hal ini membuktikan bahwa mahasiswa cenderung menggemari/menyukai makanan cepat saji/ fast food











Yang Paling Disukai dari Makanan Cepat Saji / Fast Food


Ada pun yang membuat makanan cepat saji / fast food cenderung digemari oleh responden, dari segi rasa. Responden lebih menyukai cita rasa dari makanan cepat saji / fast food dari pada dari segi penyajiaannya. Dan yang menyukai fast food dari dari segi harga diurutan terendah. Beberapa responden berpendapat dari segi harga, makanan cepat saji/ fast food lebih murah dari pada makanan lainnya.




 



Yang Paling Tidak Disukai daru Makanan Cepat Saji/ Fast Food


Mekipun makanan cepat saji/fast food cenderung banyak peminatnya, tetapi ada segi negatif.  Dilihat dari diagram disamping, responden berpendapat, meskipun lezat, makanan cepat saji dari segi kandungan gizi tergolong buruk.
Dakam diagram sebelumya, beberapa responden berpendapat bahwa dari segi harga, makanan cepat saji tergolong murah, tetapi dari data disamping harga yang membuat responden tidak menyukai makanan cepat saji. Menurut responden harga makanan cepat saji/fast food cukup mahal




Kesimpulan

Makanan cepat saji/fast food  di FISIP UAJY cenderung digemari dan banyak peminatnya, dikarenakan makanan cepat saji/fast food praktis, dari penyajianya, dari rasanya banyak yang menyukai. Harganya cenderung murah, tapi dari segi gizinya cenderung buruk, namun tidak menutup kemungkinan  makanan cepat saji/ fast food akan selalu digemari. Dalam teori sosiologi dijelaskan dalam teori"McDonalisasi" . George Ritzer dalam bukunya The McDonaldization of Society.  Ia menjelaskan bahwa McDonaldisasi terjadi ketika suatu budaya memmiliki ciri-ciri restoran cepat saji. McDonaldisasi adalah rekonseptualisasi rasionalisasi.(wikipedia.com). Dalam teori tersebut menjelaskan makan cepat saji/fast food adalah dari segi pelayanannya , praktis, mudah dibawa, cepat dalam pembuatanya. Maka dari itu bisnis makanan cepat saji menjanjikan, karena manusia cenderung ingin yang instan, praktis(rasionalitas).



Kartiko Puji Utomo( 121004654)


1 comments:

Transgredi said...

Great!

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms