Makanan merupakan kebutuhan, tidak hanya teknologi yang mengalami perkembangan, makanan pun juga mengalami perkembangan. Di era global, manusia cenderung menginginkan sesuatu yang instan, mudah dibawa kemana-mana, mudah didapatkan. Dari situlah muncul inovasi tentang makanan cepat saji/fast food.
Kali ini saya akan memaparkan hasil riset. Metode yang digunkan penelitian kuntitatif, dengan menggunakan populasi mahasiswa FISIP UAJY, sampel 15 mahasiswa sosiologi & 15 komunikasi, metode random sapling
Peminat Makanan Cepat Saji / Fast Food
Dari data disamping menunjukan bahwa
tren makanan cepat saji sangat kuat, terlebih dikalangan mahasiswa.
Dibuktikan dari seluruh mahasiswa fisip denagan mmengambil sampel yang
terdiri dari 15 mahasiswa komuniukasi dan 15 mahasiswa sosiologi. Mahasiswa tersebut cenderung menyukai makanan cepat saji, tidak ada mahasiswa yang tidak menyukai makanan cepat saji.
Konsumsi Makanan Cepat Saji / Fast Food
Intensitas Mengonsumsi Makanan Cepat Saji/Fast Food
Mahasiswa fisip UAJY mengomsumsi makanan cepat saji/minggu dalam kategori (tinggi) dengan persentase paling tinggi. Dalam hal ini membuktikan bahwa mahasiswa cenderung menggemari/menyukai makanan cepat saji/ fast food
Yang Paling Disukai dari Makanan Cepat Saji / Fast Food
Ada pun yang membuat makanan cepat saji / fast food cenderung digemari oleh responden, dari segi rasa. Responden lebih menyukai cita rasa dari makanan cepat saji / fast food dari pada dari segi penyajiaannya. Dan yang menyukai fast food dari dari segi harga diurutan terendah. Beberapa responden berpendapat dari segi harga, makanan cepat saji/ fast food lebih murah dari pada makanan lainnya.
Yang Paling Tidak Disukai daru Makanan Cepat Saji/ Fast Food
Mekipun makanan cepat saji/fast food cenderung banyak peminatnya, tetapi ada segi negatif. Dilihat dari diagram disamping, responden berpendapat, meskipun lezat, makanan cepat saji dari segi kandungan gizi tergolong buruk.
Dakam diagram sebelumya, beberapa responden berpendapat bahwa dari segi harga, makanan cepat saji tergolong murah, tetapi dari data disamping harga yang membuat responden tidak menyukai makanan cepat saji. Menurut responden harga makanan cepat saji/fast food cukup mahal
Kesimpulan
Makanan cepat saji/fast food di FISIP UAJY cenderung digemari dan banyak peminatnya, dikarenakan makanan cepat saji/fast food praktis, dari penyajianya,
dari rasanya banyak yang menyukai. Harganya cenderung murah, tapi
dari segi gizinya cenderung buruk, namun tidak menutup kemungkinan makanan
cepat saji/ fast food akan selalu digemari. Dalam teori sosiologi dijelaskan dalam teori"McDonalisasi" .
George Ritzer dalam bukunya The McDonaldization of Society. Ia
menjelaskan bahwa McDonaldisasi terjadi ketika suatu budaya memmiliki ciri-ciri
restoran cepat saji. McDonaldisasi adalah rekonseptualisasi
rasionalisasi.(wikipedia.com). Dalam teori tersebut menjelaskan makan cepat
saji/fast food adalah dari segi pelayanannya , praktis, mudah dibawa, cepat
dalam pembuatanya. Maka dari itu bisnis makanan cepat saji menjanjikan, karena
manusia cenderung ingin yang instan, praktis(rasionalitas).
Kartiko Puji Utomo( 121004654)
6:36 PM
Unknown


1 comments:
Great!
Post a Comment