Monday, April 7, 2014

Trend Hadirnya Usaha Waralaba Indomaret di Lingkungan Kampus di sekitar Yogyakarta terhadap Minat Konsumsi Mahasiswa di sekitar Indomaret Point

I.                  Latar Belakang
            Di era modern ini, banyak sekali jenis usaha yang bermunculan termasuk di dalamnya usaha waralaba dan mini market. Usaha waralaba di era modern ini merupakan salah satu pesaing yang besar untuk usaha – usaha supermarket terutama di kota-kota besar. Mengapa bisa menjadi pesaing yang besar, hal ini dikarenakan usaha waralaba memiliki sasaran pasar yang lebih luas bahkan usaha waralaba kini sudah menjangkau daerah pedesaan yang notabennya pangsa pasarnya tidak dapat tersentuh oleh usaha supermarket.
Indomaret merupakan salah satu usaha waralaba yang tenar di masyarakat. Indomaret banyak hadir tidak hanya didalam kota saja, namun kini juga sudah sampai di pedesaan. Target pasar yang dijangkau Indomaret juga lebih banyak daripada usaha supermarket. Dari sisi ekonomi, harga yang ditawarkan Indomaret juga lebih murah dibandingkan harga yang ditawarkan usaha supermarket dengan produk yang sama.
Di Yogyakarta, sudah banyak Indomaret dan usaha waralaba lain yang buka 24 jam dan menyediakan tempat-tempat nongkrong yang biasanya dijadikan sebagai tempat berkumpul sebuah komunitas atau tempat berkumpul kaum muda. Salah satu usaha waralaba yang menyediakan tempat nongkrong atau berkumpul yakni Indomaret Point yang berada di Jalan Colombo, Yogyakarta (Depan Universitas Negeri Yogyakarta). Indomaret point biasanya dijadikan sebagai base camp atau tempat berkumpul mahasiswa baik untuk mengerjakan tugas atau hanya sekedar untuk berkumpul bersama.
Melalui penelitian ini, saya ingin melihat fenomena trend hadirnya usaha waralaba Indomaret di lingkungan kampus di Yogyakarta mempengaruhi minat konsumsi mahasiswa yang ada di sekitar Indomaret Point. Saya juga ingin mengetahui apakah dengan hadirnya usaha waralaba seperti Indomaret dapat meningkatkan sikap konsumtif mahasiswa atau tidak.

II.               Tujuan Penelitian
Umum : Penelitian adalah tugas pengganti untuk Ujian Tengah Semester matakuliah Riset Pasar.
Khusus: Untuk mengetahui pengaruh kehadiran usaha waralaba Indomaret dengan minat konsumsi  mahasiswa yang berdomisili di sekitar Indomaret Point.

III.           Metode Pengambilan Sample, Populasi dan Sample
Sampel Random Sampling
Untuk menghilangkan kemungkinan bias, kita perlu mengambil sampel random sederhana atau sampel acak. Pengambilan sampel dari semua anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi. Hal ini dapat dilakukan apabila anggota populasi dianggap homogen.
Populasi
Populasi yang saya ambil dalam penelitian saya yakni mahasiswa yang berdomisili di sekitar Indomaret yang tersebar di seluruh Yogyakarta.
Sample
Sample yang saya ambil dalam penelitian saya yakni mahasiswa yang berdomisili di sekitar Indomaret Point Jl. Colombo No. 26.

IV.           Deskripsi Wilayah
Indomaret Point berada di Jalan Colombo No. 26 Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi D. I . Yogyakarta. Indomaret berada di tempat yang strategis yakni berada diantara di depan Universitas Negeri Yogyakarta. Indomaret Point juga sangat dekat dengan universitas lain antara lain : Universitas Gadjah Mada dan Universitas Sanata Dharma. Karena letaknya yang dekat dengan kampus, Indomaret Point lebih sering dikunjungi oleh mahasiswa dan sering dijadikan Check Point para mahasiswa untuk melakukan aktivitas seperti berkumpul bersama, kerja kelompok maupun kegiatan lainnya.

V.              Metode Pengambilan Data
Kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang diketahui”. Suharsimi Arikunto (1999:140 )
Kuesioner dipakai untuk menyebutkan metode maupun instrumen. Jadi dalam menggunakan metode angket atau kuesioner instrumen yang dipakai adalah angket atau kuesioner.
Kelebihan kuesioner sebagai berikut:
1.      Tidak memerlukan hadirnya peneliti.
2.      Dapat dibagikan secara serentak kepada responden.
3.      Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing menurut waktu senggang responden.
4.      Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur dan tidak malu-malu menjawab.
5.      Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama.
Kelemahan kuesioner adalah sebagai berikut:
1.      Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak terjawab, padahal sukar diulangi diberikan kembali padanya.
2.      Seringkali sukar dicari validitasnya.
3.      Walaupun dibuat anonim, kadang-kadang responden sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur.
4.      Angket yang dikirim lewat pos pengembaliannya sangat rendah, hanya sekitar 20%. Seringkali tidak dikembalikan tertutama jika dikirim lewat pos menurut penelitian.
5.      Waktu pengembaliannya tidak sama-sama, bahkan kadang-kadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat.
VI.           Metode Analisis Data
-          Data, Statistik, dan Penelitian

-          Menggunakan Program SPSS

Pembahasan
1.     Analisis  Jenis kelamin dengan intensitas belanja di Indomaret  dalam sehari


Dari grafik diatas, dapat kita lihat bahwa responden baik responden laki-laki maupun perempuan setiap harinya berbelanja ke Indomaret kurang dari 2 kali sehari. Dan kurang dari setengahnya berbelanja di Indomaret 2 – 5 kali sehari.

2.     Analisis Jenis kelamin dengan Intensitas belanja di Indomaret
Dari grafik diatas terlihat bahwa responden laki-laki memiliki grafik yang rata antara yang sering berbelanja di Indomaret dengan yang jarang berbelanja di Indomaret. Perbedaan lebih terlihat pada responden perempuan. Responden perempuan lebih banyak yang sering berbelanja di Indomaret, ¾ nya jarang berbelanja di Indomaret, dan sedikit sekali yang tidak pernah berbelanja di Indomaret.

3.     Analisis Tingkat pengeluaran per bulan dengan intensitas belanja di Indomaret

Dari grafik diatas menunjukkan bahwa mahasiswa dengan pengeluaran 1 – 2,5 juta per bulan lebih sering berbelanja di Indomaret, sedangkan mahasiswa dengan pengeluaran < 1 juta per bulan cenderung jarang berbelanja di Indomaret. Hal yang berbeda ditunjukkan oleh mahasiswa dengan pengeluaran 2,5 – 5 juta dan > 5 juta per bulan. Grafik diatas menunjukkan bahwa mahasiswa dengan penghasilan 2,5 – 5 juta dan > 5 juta per bulan memiliki prosentase yang kecil untuk berbelanja di Indomaret.

4. Analisis Pengeluaran per bulan dengan Persepsi terhadap hadirnya Indomaret
Grafik diatas menunjukkan bahwa hadirnya Indomaret di sekitar domisili mahasiwa penting terutama untuk mahasiswa dengan pengeluaran 1 – 2,5 juta per bulan. Ini ditunjukkan dengan grafik yang tinggi pada pendapat “YA”. Senada dengan mahasiswa dengan pengeluaran 1 – 2,5 juta per bulan, mahasiswa yang pengeluarannya > 2,5 juta per bulan dan < 1 juta per bulan menganggap kehadiran Indomaret di dekat tempat domisili mereka penting.

5.     Analisis Jenis Kelamin dengan Persepsi terhadap hadirnya Indomaret

Sama dengan grafik sebelumnya, grafik diatas juga menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki maupun perempuan juga menganggap penting kehadiran Indomaret di dekat tempat domisili mereka. Dalam grafik tersebut yang lebih banyak mendukung atau menganggap  hadirnya Indomaret di dekat tempat domisili mereka yakni mahasiswa perempuan.


Kesimpulan Penelitian

            Trend hadirnya usaha waralaba Indomaret di sekitar kampus di Yogyakarta, ternyata dapat dibuktikan bahwa mempengaruhi minat konsumsi mahasiswa terutama dengan pengeluaran rata-rata 1 – 2,5 juta per bulan. Hal ini terbukti dengan lebih seringnya mahasiswa dengan penghasilan tersebut berbelanja di Indomaret dibandingkan dengan tingkat penghasilan lainnya.
Hal lainnya yang menunjukkan bahwa trend hadirnya usaha waralaba Indomaret di sekitar kampus mempengaruhi minat konsumsi  mahasiswa adalah dengan menganggap kehadiran Indomaret di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka sangat penting terutama untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari tertutama untuk barang yang dikonsumsi secara pribadi.
            Dengan ini saya menyimpulkan bahwa minat konsumsi mahasiswa terutama akan barang yang dikonsumsi pribadi sangat dipengaruhi oleh hadirnya usaha waralaba Indomaret di sekitar tempat domisili mahasiswa yang sudah menjadi trend tersendiri dalam dunia bisnis di Pulau Jawa khususnya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.


Oleh : Priyan Kristi Winarno (121004597)

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms