Sunday, April 6, 2014

Analisis Tren Penggunaan Internet di Yogyakarta

Analisis Tren Penggunaan Internet di Yogyakarta
oleh : Seta Brakumara (121004732)
Pengantar
   Internet saat ini terlihat menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Beberapa individu telah mengenal internet untuk keperluan masing-masing. Seiring berkembangnya beberapa usaha warung internet, tersedianya layanan publik hotspot, dan pemasangan layanan internet untuk dirumah menjadikan penggunaan internet seperti kebutuhan sehari-hari yang tidak dapat dipisahkan.

     Laporan ini bermaksud untuk membahas tren penggunaan internet pada sebagian masyarakat Yogyakarta melalui beberapa pertanyaan kuesioner yang peneliti sebarkan pada media online dengan jumlah responden 30 orang.


Pengguna Internet
      Saat ini pengguna internet di Yogyakarta di dominasi oleh beberapa masyarakat yang masih bersekolah yaitu umur 17-20 tahun dengan frekuensi 13 orang dan umur 21-24 tahun dengan frekuensi 10 orang. Melihat hasil tersebut tren penggunaan internet di dominasi kaum muda, dominasi ini diperkirakan karena penggunaan internet lebih sering digunakan untuk mengakses situs sosial media yang populer diminati kaum muda beberapa tahun terakhir ini.




Kepopuleran penggunaan internet di kalangan muda didukung dengan banyaknya responden yang masih mahasiswa dengan frekuensi 18 orang. Di prediksi penggunaan internet mahasiswa banyak karena internet di manfaatkan untuk mencari materi kuliah selain untuk keperluan lainnya seperti mengakses situs sosial media.






Apa yang sering anda lakukan ketika mengakses internet?


Penggunaan internet oleh sebagian masyarakat Yogyakarta di dominasi dengan mengakses situs networking. Pada grafik tersebut peneliti memperbolehkan responden untuk menjawab pilihan yang diberikan lebih dari 1 ini disebabkan setiap orang saat mengakses tidak selalu mengakses situs sosial media atau  mengakses materi pembelajaran. Kepopuleran internet untuk mengakses situs sosial media diperkirakan karena dengan situs sosial media orang dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa terikat jarak dan waktu sehingga hal yang tersebut yang menarik masyarakat lebih sering mengakses situs sosial media. 

Masalah apa yang sering anda alami ketika mengakses internet?

Untuk permasalahan dari penggunaan internet, responden yang menjawab mengeluh karena koneksi yang lama disusul dengan koneksi yang sering putus saat mereka sedang mengakses internet. Masalah ini dapat disebabkan karena masih belum majunya untuk kecepatan internet di Indonesia yang beberapa kasus memang untuk urusan internet Indonesia masih tertinggal.
Tren lokasi para responden untuk mengakses internet didominasi dengan rumah/kos dengan frekuensi 17 orang. Tren untuk mengakses internet di rumah ini diperkirakan karena saat ini pemasangan atau pembayaran modem internet telah terjangkau oleh masyarakat. Misal, saat ini pembelian modem berkisar Rp.200.000 dan untuk berlangganan internet selama 1 bulan berkisar Rp.50.000 sehingga masyarakat memilih untuk berlangganan internet di rumah meskipun beberapa lokasi seperti kampus/sekolah dan publik hotspot juga menyediakan layanan internet gratis tetapi ada waktu yang terbatas untuk mengakses internet di 2 lokasi tersebut.

Tingkat penggunaan internet para responden dalam sehari cukup tinggi, terlihat banyak yang memakai internet 4-6 jam dan >6 jam seimbang. Apabila dilakukan analisis sebagian masyarakat kecanduan dengan mengakses internet karena mudahnya mendapatkan informasi hanya dengan beberapa sentuhan. Jika dalam 1 hari ada 24 jam dan pada pilihan >6 jam merupakan mahasiswa memiliki arti mahasiswa kurang memiliki waktu belajar dengan membaca buku jika mahasiswa menggunakan waktunya >6 jam hanya untuk mengakses internet.




Kesimpulan
      Semakin banyaknya pengguna internet dirasa baik karena itu memiliki arti masyarakat telah melek teknologi. Kemudahan mengakses internet juga dirasa positif untuk semakin majunya IPTEK dan kemudahan para pelajar dan mahasiswa apabila ingin mengakses serta mendownload materi pembelajaran. Kemudahan mengakses internet dapat menjadi lahan bisnis bagi pengusaha apabila ingin membantu sebuah warnet di beberapa tempat yang dekat dengan lokasi instansi pendidikan. Selain membangun sebuah warnet dapat pula membangun sebuah cafe dengan fasilitas public hotspot sehingga beberapa mahasiswa dapat menikmati hidangan yang disajikan di dalam cafe sekaligus mengakses internet melalui public hotspot. Untuk membuka bisnis layanan ISP (Internet Service Provider) juga dimungkinkan akan berhasil karena banyaknya yang mengakses internet di rumah atau kos, sehingga orang - orang tidak perlu mengeluarkan biaya per jam dalam mengakses internet layaknya di warnet.

2 comments:

Unknown said...

Kesimpulan riset ini tidak ada relevansinya dengan Riset Pasar.

Unknown said...

untuk kesimpulan sudah saya perbaiki pak andreas

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms